Langsung ke konten utama

NASEHAT

(Nasehat habib hasan jafar assegaf untuk para penuntut ilmu)

Seorang laki-laki yang berbeda paham dengan seorang Guru Spiritual mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru (Syaikh). Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apapun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yang melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya,
"Mengapa Guru diam saja tidak membalas makian lelaki itu ???"

Beberapa saat kemudian, maka Sang Guru bertanya kepada si murid,
“Jika seseorang memberimu sesuatu,  tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.

“Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, tukas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia maupun di akhirat, karena energi negatif yang muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan, hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

Kemudian lanjut Sang Guru,
”Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh dan mengotori wajahnya sendiri".

"Demikian halnya, jika diluar sana ada orang yang benci lalu marah-marah kepadamu, maka biarkan saja!!! Karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka. Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi jika engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.”

Saudaraku...
“Hari ini begitu banyak orang yang hidup dengan membawa sampah di hatinya; sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lain sebagainya, maka jadilah kita orang yang BIJAK”.

Sang Guru melanjutkan nasehatnya,

• Jika engkau tak mungkin memberi, maka janganlah mengambil
• Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, maka janganlah membenci
• Jika engkau tak dapat menyenangkan orang lain, maka janganlah membuatnya sedih
• Jika engkau tak pandai memuji, maka janganlah menghujat
• Jika engkau tak dapat menghargai, maka janganlah menghina
• Jika engkau tak suka bersahabat, maka janganlah bermusuhan

Sahabatku...
Inilah saatnya kita melatih diri untuk membuang semua sampah yang ada di hati kita. Mari kita renungkan untuk diri kita masing-masing, mampukah kita mengikuti nasehat dan meneladani kebijakan Sang Guru? Mampukah kita menjaga hati, agar tetap bersih bahkan sampai kelak kita menghadap Allah ﷻ?

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ، اِلَّا  مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ

"Yaitu pada hari ketika harta dan anak-anak tiada berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah ﷻ dengan hati yang bersih".
(QS. Asy-Syu'ara' : Ayat 88-89)

☆ Semoga Hati Kita Selamat Dari Sampah Hati
☆ Jangan sampai kita termasuk manusia yang mana amalannya seperti gunung di dunia, akan tetapi di akhirat kelak umpama debu yang berterbangan, kerana penyakit yang ada di hatinya
☆ Semoga Kita Mampu Menjaga Hati, Sehingga Kelak Kita Datang Menghadap Allah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah bus luragung

Bila kita mencermati eksistensi dari Perusahaan Otobis (PO) atau Pengusaha Kendaraan Angkutan Umum jenis Bis yang ada di Kabupaten Kuningan, sejauh yang penulis ketahui misalnya pernah ada Bis “Kuningan Jaya, Buni Geulis, Mitra Sari, Setia Negara, Aman Sejahtera, Luragung Jaya dan Putra Luragung, atau mungkin ada lagi yang lainnya” sepertinya Perusahaan Bis Luragung Jaya merupakan salah satu perusahaan yang tetap menunjukkan eksistensinya yang bertahan lama terus beroperasi sampai sekarang ini. Terlepas dari seluk beluk urusan internal PO tersebut masing-masing seperti masalah kapan awal waktu kelahirannya (mulai beroperasi), managerialnya, mengapa akhirnya pailit, dll. Yang ingin penulis soroti adalah penggunaan nama “Luragung” dan selanjutnya tambahan kata “Jaya” di suku kata kedua, serta juga “Putra Luragung” (perusahaan anak dari Luragung Jaya) yang sepertinya pemakaian nama “Luragung” ini membawa hoki bagi kelanggengan perusahaan bis ini di saat sekarang ini di Kabupaten Kuningan...

Bus setia negara

PO. SETIA NEGARA adalah perusahaan otobus asal Cirebon, Jawa Barat yang bergerak dalam layanan persewaan bus pariwisata untuk jalur seluruh Indonesia khususnya wilayah pulau Jawa, Sumatera, Bali dan Lombok dengan mengedepankan pelayanan yang prima sebagai prioritas utama serta didukung kru baik sopir maupun helper yang professional dan berpengalaman akan siap melayani anda mengunjungi tempat-tempat wisata &destinasi pilihan anda. Kami menyediakan unit bus sesuai dengan kebutuhan anda mulai dari Elf untuk kapasitas 12-17 orang, Medium bus (bis sedang) untuk kapasitas 20-33 orang, Big bus (bis besar) konfigurasi 2-2 untuk kapasitas 38-50 orang, dan Big Bus (bis besar) konfigurasi 2-3 untuk kapasitas 54-62 orang. Tentunya juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas standard bus pariwisata, diantaranya: Full Air Conditioning (AC)TV LCD/VideoMusic & KaraokeBagasi bawah yang sangat luasBagasi kabin

Persiapan bila datangnya kematian

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya ingin berbagi ilmu dengan kalian semua Apa yang sudah kalian persiapan bilamana datangnya kematian Mungkin kalian sibuk dengan urusan dunia saja..... Sampai sampai kita lupa dengan allah swt... Perbanyaklah dzikir dan bertaubat Nabi saja bertaubat 100 kali sehari kenapa kita masih santai?ingat ajal tidak menunggu taubat Rasulullah saw bersabda Wahai manusia,bertaubatlah kepada allah,karena aku bertaubat seratus kali dalam sehari.(HR.Muslim:4871) Nabi saja masih memikirkan umatnya ketika ingin wafat.dia takut umatnya masuk ke dalam neraka. tetapi apa, kita malah sibuk memikirkan artis korea dan artis barat yang tidak kenal denganmu. Pikirkanlah nasib dirimu ketika ajal menjemputmu maka dari itu kita harus Perbanyak dzikir ,bersholawatlah kepada Nabi muhammad saw,bershodaqoh,dan jangan lupa beramal salih Ingat!!! Sodaqoh bisa menghadang bala Ingat!!! Bila kita bersholawat kepada Nabi muhammad setiap hari,niscaya kita akan men...